=============
++++|-----
DarkJumper
-----|++++
=============
~Part 1 (One)
Malam ini di Kota ErlierShine angin berhembus dengan tenang suasana di sekitar rumahku terlihat sepi tak satupun mobil atau motor lewat di jalan depan rumahku. Udara cukup dinggin malam ini sehinga aku harus memakai jaket hitamku lalu aku pergi kelantai 2 rumahku menuju kamar.
Kemudian kulihat dibalik jendela kaca rumahku ada seseorang berjalan aneh dengan mengenakan jubah berwarna hitam serta membawa tongkat yang ujungnya berkilau silau.
Heeyy!!... kataku keras, lalu tiba tiba ia menoleh ke arah ku aku langsung berbalik dan menutup tirai kacaku
serta berusaha agar tidak terlihat olehnya. sorot matanya yang tajam terlihat merah membuat ku merinding
aku lalu mengintipnya dari balik tira kaca, apa yang dilakukanya kataku lirih ia terlihat seperti penyihir, sorot mata yang mengerikan dari balik topeng menyeramkan dengan tongkatnya itu ia memukulkannya ketanah
tiba-tiba whush hilang dari jalan raya.
Aku kaget setengah mati dibuatnya ada orang yang memukul tongkat lalu
hilang dari pandangan sekejap mata?,
Udara dinggin kini berubah jadi panas dan pengap..,
"heh kenapa tiba-tiba panas sekali kamarku?, "hehh" kataku sambil mengibas-ngibas tangan.
"dan kenapa orang tadi itu tiba-tiba hilang?"
aku pikir-pikir lagi serta mekembalikkan padanganku kejalan lagi...
"Ohh tidak ada apa-apa mungkin hanya perasaanku saja".
Hey.. bocah sedang apa kau??.. suara berat dari arah belakangku, aku berbalik tapi sebilah pedang belati menusuk dada ku
aku tak bisa berbicara apa apa aku lemah dan tak berdaya.
"Ia lalu bertanya pada ku apakah kau mau mengantikanku?" tanya pria misterius itu
aku menjawabnya dengan keras "mengantikan apa b***sat!!", "dan kau ini siapa?
"Namaku adalah James Van.D, Aku peng.. guna.. DarkEcho.. aku kesini karena mencarimu kemana-mana.." katanya terengah engah..
"Persetan dengan kata-katamu.. aku tak peduli!!" bentakku keras..
"Kau adalah laki-laki bermata biru dalam ramalan dan kau akan berperang melawan WhiteCurse dan mengantikan ku dalam
perang tersebut, setelah ini mungkin akan ada luka dan kesedihan yang menghantuimu, tapi aku percaya kau dapat
menghadapinya dengan mudah". Hehehe.. tawanya yang menakkutkan...
Ia lalu membisikkan aku sebuah mantra..
Solum La iste de corvo blabla...
Nanti kau akan bertemu dengan Charles.D Joy yang akan menunjukkan cara menggunakkan kekuatan mu itu..
pandangganku puda dan semakin pudar,setelah ia selesai berbisik
lalu tiba-tiba aku langsung gemetar hebat dan akhirnya pingsan...
KRInggggg... aku kaget dan bangun lalu bangun dari tidurku..
lalu aku beranjak dari ranjangku lalu mematikkan wakerku.
"Mimpi yang aneh semalam" kataku..
"kaakk bangunn kaakkakk goblok bangun.." teriaknya..
"Yaaaa.." jawabku sambil merapikkan sepreiku lalu melihat noda merah seperti bercak darah, aku lalu melihat didadaku ohh tidak ada apa-apa
"Kaaakkk bangun.." teriak adikku lagi lalu kemudian mendobrak pintu kamarku..
(Braakk...)
"Giga shoot Suprem" teriak adikku sambil menendang mukaku..
aku langsung terjatuh dan mimisan di hidungku..
"auu..., aku kejar lho.." godaku haha memang manis adikku ini hahaha.. kataku
"maahh.. pahhh.. lihat kakak..." ibu dan ayah ku hanya tersenyum pada adikku ini..
"hahaha.. gimana sekolahmu dit lancar kan?" kata ayahkku.
"Lancaaarr pahh.." aku hanya tertawa menjawab ayahku karena saat itu juga adikku mengelitikki ku,
"sudah ayo makan dulu ini lho Eric makanan kesukaan mu Capcay dengan lada hitam hehe.." kata ibu
"tapi ladanya ditabur sendiri ya hehe.." kasian adek tidak suka pedas sambungnya lagi
"Yahh ibu.." kataku sambil melahap makanan yang disajikkan ibuku...
"yaudah aku berangkat dulu bu pah!!!.." kataku dengan mencangklong tasku.
"ya hati-hati dijalan nak..", sahut kedua orangtuaku.
lalu kukayuh sepedaku menuju sekolah..
Setelah sampai di sekolah favorit yaitu Sma ForeginBird.
Aku lalu menaruh sepedaku tepat di parkiran lalu aku berlari masuk kedalam kelas.
"Dit..!!" kata temankku
"Heyy dit..!" sahut temanku lagi..
"Oohh.. ternyata kau rupanya Rudolf, kenapa?" jawab ku sambil meletakkan backpack ku di sebelah tempat duduknya.
(Rudolf ini adalah teman seperjuanggan ku saat smp sampai menginjak kelas 1 Sma ini hehe..)
"Hey tau ngak dit ini lho aku punya punya komik manga favoritnya hehe hebat kan aku pembeli pertama dan dapat diskon
30% hehehe", Sahutnya.
"Wah keren tuh, apalagi ini hari pertama pelajaran setelah libur hehe.. ayo kita baca saat makan siang.." kataku sambil melihat buku
yang dibawanya..
"ayoo.. aku juga belum baca dan ini pun masih bau percetakkan hehe.." sahut rudolf.
perempuan melirik ke arah ku menatap tajam.. mungkin karena style ku yang aneh entah lah..
tapi aku takut dengan salah satu perempuan berjaket putih yang hanya termenung dan menatapkku dengan tatapan kosong.
Tiba-tiba...
"Ayo boy and girl beri tepuk tanggan pada laki-laki terganteng dan termaco yang ada di kelas C-2 ini heheh.."
lalu disusul dengan teriakkan temanku rudolf, "Yang termaco bukan dia ada yang lebih macho lagi.."
"Siapa!!" kata ketua geng SOHIM W.D.K "Renji"
"wah ketua kita berlima dan dia hanya seorang janggan diambil pusing biar anak anak yang menanggani bocah tengik itu kata temannya yang paling setia "Zaki".
"Ayo segera singkirkan bocah tengik itu Xaver,Robet, Austin (ketiga raksasa dari tim basket putra)", Teriak Renji.
temankku Adolf ini sering sekali mencari masalah hemm.. sejak smp ia sering coret-coret dinding dengan cat semprot dan bahkan dilukisan wajah kepsek kami.
"Yang menantang kalian bukanlah aku seorang tapi dengan rekan seperjuanggan ku..", celatunya cambil menunjuk diriku..
"Ayo berdiri Eric kita akan tunjukkan kepada mereka..",
"Tunjukkan apa kataku yang ada kita babak belur begok" bentakku pada Rudolf.
"baiklah kita selesaikkan saja nanti sepulang sekolah di halaman belakang sekolah" kata Renji tenang.
"Semoga tuhan melindungi mu James dan juga kau bocah tengik" kata Zaki dengan merapikkan rambutnya.
"tuh kan kita gimana nih" kataku takut.
"tidak usah dihiraukan aku ini kuat kok kita akan tunjukkan merekka kekuatan kita" dengan gayanya layaknya orang bijak.
(Guruku tiba-tiba datang tanpa mengetuk pintu lalu berjalan cepat menuju mejanya..)
"Ayo mari kita awali pelajaran hari ini.. (guruku yang killer)
blababla...
"yak tugas tadi kelihatanya cukup banyak jadi tolong selesaikkan dirumah ya.."
Ttetteeett..... (bel berbunyi nyaring tanda berakhirnya pelajaran hari ini...)
Yeeee... (para siswa keluar dari kelas sambil tertawa bahagia.. kususnya yang laki-laki..)
(Aku dan Rudolf lalu pergi ke Belakang Sekolah sambil membawa bekal yang kami bawa dari rumah)
"ayo dit persiapkan nyalimu kita akkan bertarung mati-matian dengan mereka berlima sore ini" kata rudolf. "mereka hanyalah kumpulan orang bodoh" katanya lagi.
sebenarnya aku hanya kawatir kalau-kalau mereka membawa senjata tajam dan membuat salah satu dari kita terluka dapam benakku.
"hey kamu denggar omonganku tadi nggak sih" bentaknya pada ku.
"ohya.. ayo makan dulu"sahutkku.
"Sial.. baiklah ayo makan", katanya.
Rudoft lalu mengeluarkan komik manganya dan kami menmbacanya sambih tertawa tawa..
Diperjalanan pulang aku bertanya-tanya memikirkan saat aku dihajar habis habisan dengan Renji yang terkenal dengan sifat dan prilakunya yang sangat keras dan kadang brutal.
Apakah aku bisa menghadapi mereka berlima kalau aku henya dengan temanku Rudolf.. benakku..
Sesampainya dirumah aku kaget kerena banyak orang berkerumun serta ada garis polisi dan mobil ambulan disebelahnya. Aku lantas berlari serta menembus barisan kerumunan itu..
Ibu.. Ayah.. aku menghampiri jasat mereka dan memeluk mereka dengan erat.
"Mas anda keluarganya ya" kata polisi serta seorang anggota medis. Ya saya anak mereka.. sambil menangis
lalu aku menatap leher kedua orangtuaku ada sebuah lobang di lehernya..
"Maaf dek tadi ada seorang pembunuh kelas kakap yang keluar dari penjara lalu kelihatanya ia masuk kerumah anda dan... blabla"
kata seorang polisi dengan detail..
"Oohhh.." kata ku sambil mengusap air mataku..
"Oiya adek.. dimana adek ku?" teriak ku..
"maaf mas tapi iya juga sudah tiada" aku termenung dan melihat sebuah karung mayat disebelah ku dengan noda-noda darah..
Setelah pulang dari kantor polisi serta mengurus semua dalam kejadian tregedi tersebut, paman ku Jery mengantarku pulang ke kediamanya yang lama..
(Akhirnya kami sampai disebuah rumah lama milik pamanku Jery, warna catnya sudah pudar tapi sudah tidak ditinggali paman)
"Sudah sepi kini dan seterusnya.." kataku sedihh.
"Sudahlah jika butuh bantuan katakan padaku kata paman Jery seorang senator polisi di daerah ku..
"kan jarak dari sini ke Kediaman bibi Selly kan hanya 2 blok jadi jika ada masalah pangil paman saja..",
"kamu bisakan sendiri kan?". Aku hanya termenung tanpa memperhatikkan ocehannya..
"paman juga juga pernah ditinggal orang yang tersayang rasanya itu sakit sekali blabla..",
"Yak paman pulang dulu ya kalau ada masalah telpon saja paman..", dia pergi berlalu didepankku menggunakkan mobil jepnya..
(Berlari Masuk ke dalam rumah sambil menahan isak tanggis)
"OHH kenapa bisa terjadi... walaupun aku sudah bisa cari uang sendiri tapi tanpa kedua orangtua ku hidup ini hanyalah
dongeng belaka.." kataku sambil naik ke tempat tidurku..
Kuraih ponselku lalu ku hanya pandanggi layar ponselku dan kulihat ada 3 pesan dari Rudolf Sahabat karibku..
pesan pertama.. : hey persiapkan dirimu okey.. kita akan bertarung Mati-Matian
Pesan kedua.. : Hey ayo cepat mereka sudah datang...
Pesan Ketiga.. : Apapun yang terjadi terimakasih sudah menjadi temanku yang setia..
terimakasih Shob.. atas semua yang kita lalui bersama...
hehe makasih sobat..
aku lalu kaget setengah mati... lalu aku mengetikkan pesan "Hoi kenapa lo J**cok lo dimana?"
tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselku
"hehe maaf temanmu sudah kami bereskan dan jasatnya sudah aku kubur dekat pemakaman ortumu hehe :D"
Dengan kesal dan dipenuhi emosi aku cepat pergi ke dapur dan kuraih 5 buah pisau tajam yang tergantung di dinding.
sertak ku ambil senapan pistol tipe: colt-c2 dengan peredam milik paman yang tersimpan di baik dinding buku buku
aku lalu berlari dan bergegas menuju gang yang setiap harinya geng Sohim W.D.K ada disitu aku sengaja lewat hutan-hutan
karena dipenuhi pepohonan dan tidak mungkin terlihat oleh mereka.
Aku melewati rumah milik bibikku selly dan kudengar pertengkaran mereka berdua didalam rumah lalu "Dorrr.." terdengar bantingan pintu.
Tentu saja aku tak perduli dengan mereka setiap hari mereka bertengkar hanya karena hal yang sepele.
Aku lalu menuju hutan-hutan dekat jalan St.Maria lalu aku bersembunyi dalam semak-semak tersebut
tepatnya di balik semak-semak di samping pohon besar yang rimbun di sebrang jalan.
kulihat disitu kelima orang yang telah tertawa riang sambil menengak botol berisi minuman keras.
"Hey kalian..!!" Teriakku dari balik semak semak..
Seorang dari mereka lalu berteriak dengan keras.., "Siapa itu.., Tunjukkan Dirimu".
lalu ada seorang lagi muncul dari belakangnya
dengan cepat ku lempar kedua buah pisau tajam mirip belati dari jarak agak jauh dan Clepp..
menancap di kedua dada mereka dan jatuh tersungkur berdarah-darah..
"Haha.., Kelihatanya itu Zaki dan Renji", Kataku kecil
"Kena kau B***sat!.." bisikku lagi..
tapi kulihat ketiga raksasa Xaver,Robet dan Austin segera berlari kearah jalan raya dan melihat tubuh Renji dan Zaki yang bercucuran darah..
"Sial Kau.. Kalau berani tunjukkan wajah mu B***bah!!.." teriak robet dengan suaranya yang sanggat kukenal.
lalu aku berbalik dan hendak pergi lari menuju hutan..
Aku berpikir dalam hati, "kenapa harus takut", lalu aku bangkit berdiri dan keluar dari tempat persembunyiankku serta melepas peluru dari senapanku dan jatuh tepat pada salah satu dari mereka dan kemudian terjatuh entah itu Xaver,Robet maupun Austin tapi aku sangat senang melihat wajah mereka ketakutan...
Aku berjalan menuju jalan raya siapkan menyiapkkan kedua pisauku untuk memengal kepala kedua orang tersebut.
Kemudian aku berlari hendak menancapkkan pisauku kekepala mereka tapi ternyata salah satu dari kedua orang itu membawa sebuah senapan api ditangannya dan melepas tembakkan dengan cepat.
Peluru tersebut melesat dan mengenai perut serta pundakku aku lalu jatuh kesakitan..
Ahhh siall kenapa? mereka berhasil mengecoh ku akan kutunjukkan.. Pada.. mereka bahwa aku sanggup membunuh.. Mereka.., Benakku.
"Hey gimana he mau lagi", kata salah satu dari kedua orang tersebut,
"Rasakan tuh b**sat!!.., rasakan", mereka tertawa riang..
aku lalu bangkit dengan cepat melempar dua buah pisau ku dari balilik jaket hitamku...
Jlebbb... suara tusukkan pisau ku.. disertai dengan cipratan darah segar..
haha Jekpout 2 buah pisau tersebut mengenai salah satu dari kedua orang tersebut
kulihan itu Robet yang jatuh kesakitan karena pisau itu menancap tepat di tenggorokkan dandadanya dan akhirnya berdarah darah..
Aku lalu bangkit dan tertawa tawa..
"Hahaha.. aku senang sekali malam ini karena dapat membunuh kalian" teriakku.
"ini semua karena kebodohan kalian dengan membunuh sahabat ku..", kata ku lagi sambil memegangi pudakku yang mengeluarkan darah.
"Hey masih ada aku..", kata Austin dengan mukanhya yang pucat serta bercak darah dari robet..
"Haha kau bisa apa austin!!..", Ejekku..
"Hanya tubuhmu yang besar tapi nyali mu hanya sebesar biji semangka", Sambungku lagi..
tida tiba dari tanggan austin muncul sebuah crossbow yang bersinar biru berkilauan dan menatapkku hendak menghabisiku dengan senjata itu.
Aku jadi berbikir dua kali jika aku maju satu langkah lagi aku pasti terhujam dengan panah didalam setiap tarikan pelatuk
"aku ini bukan manusia biasa aku adalah WhiteCruse.. dan aku dapat menembakmu sekarang juga tapi kau boleh pulang dan jangan kembali
kesini lagi.", Katanya keras sambil menodongkkan senjatanya kearahku..
Hah apa dia bilang WhiteCruse itu sama seperti perkataan pria dalam mimpiku kemarin malam..
"wh..ite..Cruse.." kata ku terbata-bata.
"Ya benar tapi kami para WhiteCruse hanya boleh membunuh para penguna DarkEcho.." sahutnya lagi
Apa ,apakah aku masih bermimpi perkataan Austin ini menginggatkanku pada pria bertopeng tersebut..
"Apa!!, kau heran he dengan kejanggalan ini?" bentak Austin.
"Lihatlah sarang kelelawar yang ada disebrang jalan itu tepat di atas pohon lebat itu", "lihatlah ini kemampuanku.."
jrett.. Suara senjata crossbownya
seketikka semua kelelawar berjatuan ke jalan raya.., hujan darah menetes tepat diatasku..
Aku tercengang dibuatnya ribuan anak panah tersebut menghantam seluruh kawannan kelelawar dan mati tak tersisa..
"jika kau masih sayang nyawamu segera pergi dan menjauh dari tempat ini!!.." bentaknya keras
Aku hanya tercengang dibuatnya tapi segera setelah aku balikkan badan dan berniat untuk meninggalkan tempat ini.
Tetapi seketika sebuah pedang belati melayang disampingku dan menghantam wajah Austin dan terhempas ke tanah kulihat disana adalah seseorang memakai topeng burung gagak serta mengenakkan jubah hitam serta terlihat bercak darah bekas tusukkan pisau.
Segera ku berbalik dan kutemukkan Austin dengan wajahnya merah dipenuhi darah dan tak berbentuk lagi...
aku balikkan pandangganku ke arah laki-laki tersebut yang sedang mendekkat ke arah ku
"Kenapa Kau ini?, dan Siapa Kau?" tanyaku keras sambil menodongkkan pistol dari balik saku jaketku..
"Siapa aku?", lalu dengan santai melepas topeng burung yang iya kenakan serta menatapku..
"Bagaimana Bisa.. kulihat kau sudah terkena pisau yang ku lempar tadi?" kataku..
"aku tadi memang terkena lemparan pisaumu, tapi dengan kemampuanku aku dapat mengobati kembali luka tusukan pisaumu" sahutnya tenang sambil merapikkan rambutnya..
hah kenapa bisa lalu kenapa kau bisa melarikan diri secepat itu?, dan kenapa ia membunuh temanya sediri? pikirku..
"Kau herankan sisisi.." tawanya yang aneh yang belum pernah ku dengar dari mulutnya
"Semuaini itulah kekuatan ku pengguna pengguna DarkEchos tipe: Doctor, sisisi.." tawanya menakkutkan ku..
"Dan ini.. "Bukan itu yang aku tanyakkan tapi kenapa kau menghabisi temanmu dan juga Rudolf sahabatku!!",
"Apakau Tidak Punya Rasa Belas Kasih Hee!!" aku memotong kata-katanya dengan keras!!!
"Kenapa kau sampai-sampai melakukan semua ini dan membunuhnya?" Sahutku lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar